This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, 18 February 2009

Anehnya Pemikiran Yang Tak Konsisten

Kadang kita bertanya, untuk apa kita menuangkan segala pikiran dan keinginan dalam suatu media yang dapat diketahui dan dibaca oleh orang lain.

Perkataan atau pembicaraan yang kadang kita sengaja, entah itu obrolan sesama teman atau orang lain yang lebih tua atau muda. Segala informasi yang kita punya seakan sebagai modal awal untuk berinteraksi dengan orang yang bersama kita. Kandang dengan mengunggulkan apa yang kita ketahui dan pernah kita lakukan untuk disombongkan ke orang lain. Inilah AKU.

Hal semacam ini sering kali kita menjumpai meskipun kita tidak menyadari sampai kita merenungkan apa yang telah kita perbuat dan kita lakukan.

Terlepas dari niat tulus atau hanya kepentingan sesaat untuk menuntaskan tujuan ego kita, selayaknya kita jadikan suatu pelajaran yang untuk memperbaiki segala kekurangan, tanpa ada niat membanggakan diri sendiri.

Aku teringat ketika menempuh pendidikan dulu, “Belajar Sepanjang Hayat”. Sebagai makhluk yang berfikir dan berakal, Tholabul Ilmi kata orang arab, layaklah kita perjuangkan demi menjadi manusia yang hakiki.

Monday, 12 January 2009

12 Januari

Pusing tidak ada ide...

Saturday, 3 January 2009

Paradigma Degradasi Remaja

Tulisan ini berkesan seperti kekhawatiran bagaimana generasi muda berpartisipasi aktiv dalam acara yang 'agak panas'. Dalam obrolan sehari-hari untuk sederajat anak gaul, kita sering mendengar istilah 'acara', 'online', 'up', 'belah duren' (baca: narkubam, dugem, free sex) and mandy moore.
Lalu kenapa dan mengapa?
Kita tidak bisa menyalahkan pesatnya perkembangan teknologi informasi yg begitu pesat yang menyebabkan semakin sempitnya untuk ruang dam waktu, atau peranan orang tua yang begitu sibuknya hingga tidak ada waktu untuk mengawasi disetiap gerak gerik sang anak, atau peranan pendidik yang tidak mampu menanamkan nilai dan budaya bangsa?? Eh tapi nilai dan budaya yang mana, korupsikah?
Yang aku tau negara ini sudah kehilangan budayanya..
(Bersambung)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More